Menuju Revolusi Industri 4.0, Inilah Perusahaan Berbasis Blockchain di Indonesia

Image result for perusahaan berbasis blockchain

Penggunaan teknologi blockchain sudah semakin marak dan banyak digunakan oleh banyak perusahaan. Tak hanya perusahan di bidang keuangan dan perbankan, di Indonesia juga banyak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang mulai menggunakan teknologi Blockchain.

Terdapat beberapa perusahaan yang juga bergerak di bidang blockchain. Perusahaan tersebut diantaranya Pundi X, Luno, Indonesia Blockchain Network (IBN), Indodax, Blockchain Zoo, dan Bloctech Indonesia. Enam perusahaan ini kemudian mendirikan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI).

Ledger Now

Usaha rintisan atau start up pertama yang bergerak di bidang blockchain adalah Ledger Now. Start up ini didirikan oleh Leonargus Gazali yang berperan sebagai Founder. Ledger Now sudah berkiprah di dunia blockchain sejak 3 tahun lalu, tepatnya sejak pertama kali didirikan pada tahun 2017 yang lalu.

Segmen pasar dari Ledger Now sendiri adalah korporasi dan enterprise. Tujuan utamanya yaitu untuk membantu korporasi atau perusahaan dalam menyelesaikan permasalahan bisnis melalui pengembangan jaringan blockchain. Ledger Now berharap akan terciptanya efisiensi biaya dan waktu setelah diterapkannya teknologi blockchain di perusahaan.

Sejauh ini, klien yang ditangani oleh Ledger Now rata-rata berasal dari tiga bidang yaitu industri jasa keuangan, healthcarem dan supply chain. Jumlah klien yang sudah menjalin kerja sama dengan start up satu ini sudah mencapai lebih dari 20 perusahaan.

Ledger Now memasang tarif sekitar $1-5 untuk setiap transaksi.

Blockchain Zoo

Beralih dari start up karya anak negeri sendiri, kini kita akan membahas perusahaan blockchain asing yang sudah melebarkan sayapnya di Indonesia. Perusahaan yang dimaksud adalah Blockchain Zoo. Reputasi perusahaan yang satu ini sudah tidak perlu diragukan lagi karena didirikan oleh para ahli blockchain dari berbagai belahan dunia diantaranya dari Indonesia, Malaysia, Prancis, Italia, Thailand, dan Amerika Serikat.

Di Indonesia, kantor pusat Blockchain Zoo terletak di pulau Dewata, tepatnya di Ubud, Bali. Sejauh ini, perusahaan Blockchain zoo sudah menangani lebih dari 30 klien. Kliennya pun berasal dari berbagai profesi dan bidang seperti arsitek, penegak hukum, developer, dan eksekutif. Biasanya, pelayanan yang diberikan kepada klien seperti ini berupa training sebagai bentuk Technical Implementation. Sedangkan untuk perusahaan yang ingin menerapkan teknologi blockchain untuk kelancaran bisnisnya, Blockchain zoo menyediakan layanan consulting workshop. Untuk implementasi blockchain sendiri ada beberapa metode yang digunakan antara lain trade finance, supply chain, business process reengineering, compliace, anti-fraud, dan KYC management.

IBM

Kita tentu saja sudah mengenal IBM jauh sebelum ditemukannya teknologi blockchain. IBM sendiri adalah perusahaan yang memproduksi software, middleware, dan hardware yang sudah sangat lama berkiprah dalam industri ini. Seperti tidak ingin tertinggal dengan perusahaan baru, IBM pun terjun dalam bidang blockchain.

Kiprah IBM di bidang teknologi blockchain ini dimulai sejak tahun 2016.  Tujuannya hampir sama dengan perusahaan blockchain lainnya, yaitu untuk mengenalkan blockchain kepada publik agar dapat dijangkau oleh banyak konsumen. Selain itu, implementasi blockchain pada seluruh bidang juga menjadi misi dari IBM ketika memutuskan untuk terjun ke industri ini.

Layanan andalan yang ditawarkan IBM kepada pelanggan adalah IBM Blockchain Platform (IBP). Dalam layanan ini, IBM bertugas untuk mengelola server blockchain milik perusahaan yang menjadi kliennya. Hal ini bertujuan agar perusahaan bisa tetap fokus mengembangkan aplikasi sendiri, sementara urusan server ditangani oleh IBM. IBM berani mengklaim bahwa IBP ini menjadi satu-satunya Blockchain as a service hingga saat ini.

IBM juga meluncurkan open source application yang diberi nama Hyperledger Initiative. Aplikasi ini dapat didownload oleh siapapun dan dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan mengingat Hyperledger Initiative sendiri merupakan aplikasi open source. Hyperledger Initiative adalah hasil kolaborasi antara IBM dengan Linux Foundation.

Layanan lain yang ditawarkan oleh IBM adalah pengembangan aplikasi berbasis blockchain. Sejauh ini, IBM telah menerima hak paten atas proof of concept (POC) blockchain sebanyak kurang lebih 400 buah. Aplikasi yang dikembangkan disini bisa digunakan untuk remintasi, pembayaran, dan KYC. Semuanya berbasis blockchain. Aplikasi dari IBM ini pun sangat fleksibel, artinya dapat diimplementasikan dalam berbagai macam perusahaan.

Core-chain

Perusahaan terakhir berbasis blockchain di Indonesia yang kita bahas kali ini adalah core-chain. Sama seperti Ledger Now, perusahaan yang satu ini adalah perusahaan rintisan atau start up. Layanan blockchain yang ditawarkan oleh Core-chain terfokus pada masalah pengembangan, keamanan dan operasional. Core-chain menangangi berbagai permasalahan tentang blockchain supaya perusahaan tetap bisa fokus untuk penembangan bisnis.

Layanan yang diberikan oleh core-chain tidak sembarangan, terbukti dari beberapa perusahaan yang telah menjadi kliennya yaitu PT Antam Indonesia dan PT Pos Indonesia. PT Pos Indonesia mempercayai core-chain untuk mengembangkan proyek layanan remitasi Digiro.in.

Fokus utama dari core-chain sendiri adalah pada layanan pengembangan aplikasi, platform, dan juga proof of concept (POC) yang berbasis blockchain. Selain itu, yang menjadi target utama dari core-chain yaitu sektor jasa keuangan inklusif (financial inclusion). Core-chain selalu mengutamakan keamanan tinggi bagi perusahaan yang menjadi kliennya, serta bersifate private dan open platform.

Comments (1)

Mantap, wawasan dan ilmu baru setiap harinya
thanks for post ^^

Leave a comment