Meningkatkan Keterampilan Bisnis Dengan Bantuan Blockchain

Blockchain merupakan teknologi yang diciptakan pada tahun 2009 seiring dengan diciptakannya Bitcoin untuk pertama kalinya oleh Satoshi Nakamoto. Blockchain merupakan sistem terdesentralisasi dan terdistribusi pada semua komputer pengguna yang terkoneksi jaringan. Artinya, catatan transaksi yang sudah terjadi pada sistem tersebut bisa dilihat dan dikelola oleh semua orang, namun tidak bisa dirubah sama sekali. Catatan tersebut akan bersifat kekal dan tidak bisa dipalsukan, karena pengelola ledger (buku besar catatan transaksi) blockchain bukan hanya 1 server saja, namun seluruh pemegang akun pada sistem blockchain memiliki ledger yang sama. Blockchain termasuk fondasi teknologi yang memungkinkan perkembangan Cryptocurrency (Mata Uang Kripto). Namun, manfaat Blockchain tak hanya itu. Bahkan, pemahaman akan blockchain dapat memperluas wawasan Anda dan mengasah keterampilan bisnis. 

Teknologi Blockchain

Mengembangkan Karakteristik Pebisnis

Ada beberapa keterampilan yang harus dikembangkan jika kita ingin sukses dalam bisnis apapun, yaitu:

Berpikir Kritis (Analisa Kritis)

Pikiran yang kritis akan menyelamatkan kita dari kerugian besar, karena orang-orang pada umumnya akan terlalu cepat memutuskan bahwa kesempatan yang dia lihat adalah Low Risk High Reward tanpa berpikir panjang. Namun, pada kenyataannya pengambilan keputusan tanpa pertimbangan baik-baik akan selalu berujung pada kerugian. Berpikir kritis akan menyelamatkan kita dari kerugian tersebut, karena bisnis = logika. Jadi, dengan berpikir kritis kita akan selalu merencanakan segala hal menyangkut bisnis kita, mulai dari seberapa besar resiko yang kita tanggung, atau keuntungan yang bisa diraih, serta bagaimana jika rencana tersebut gagal.

Fokus dan Disiplin

Dalam setiap jenis dan bidang usaha, kita akan selalu dihadapkan dengan berbagai macam masalah yang dapat mengganggu bisnis kita. Di sinilah peran Fokus dan Disiplin yang akan menolong kita dalam menyelesaikan segala bentuk masalah.

Kompetitif

Sebagian besar bisnis berawal dari ide yang unik, termasuk Blockchain. Teknologi tersebut sejak diciptakan sudah dibekali dengan segudang fungsi dan manfaat unik yang belum pernah ada di dunia ini. Blockchain bisa diaplikasikan pada mata uang kripto, perbelanjaan, perbankan, bahkan untuk industri penerbangan. Itulah penyebab kenapa Blockchain sangat sukses memikat perhatian para investor. Keterampilan-keterampilan tersebut bisa diperoleh dari pemahaman akan teknologi Blockchain. Pertama, Pada blockchain, semua logika matematika, perhitungan, rumus dan seluruh detailnya dipublikasikan secara luas. Jadi, penipuan dan pemalsuan hasil tidak mungkin bisa dilakukan pada teknologi blockchain. Kemudian, Blockchain memiliki potensi untuk menggantikan proses pembayaran tradisional dimana ada pihak ketiga yang mendapatkan keuntungan fee dari transaksi yang kita jalankan. Dalam blockchain, tidak ada pihak ketiga yang ikut campur dalam masalah transaksi yang dilakukan, sehingga biaya untuk transaksi hampir tidak ada.

Memberikan Inspirasi Dalam Pengembangan Bisnis

Ada segudang manfaat penerapan teknologi blockchain dalam bisnis yang kita jalankan, seperti kecepatan transaksi, penekanan biaya, transaksi lintas negara dan lain-lain. Namun, ternyata tujuan utama diciptakannya blockchain adalah untuk memberikan TRANSPARANSI (KEJUJURAN) dalam setiap bisnis agar tidak terjadi pemalsuan, maupun penggelapan dana (korupsi) seperti yang terjadi pada sistem konvensional sekarang ini.

Manfaat Teknologi Blockchain


Blockchain memastikan tidak akan ada kecurangan yang terjadi dalam seluruh transaksinya, karena biasanya Customer (pelanggan) selalu menjadi pihak yang dicurangi. Selain itu, coba pertimbangkan beberapa aspek yang merupakan keunggulan Blockchain berikut ini:

  • Transparansi untuk Customer (pelanggan). Jika dulu jaringan transaksi di belakang “showroom” selalu disembunyikan untuk memanipulasi produk yang akan dibeli customer, maka dengan penggunaan blockchain hal tersebut tidak akan terjadi lagi. Customer dapat melihat seluruh bagian dari perjalanan produk (histori), sebelum mereka memutuskan untuk membeli atau produk tersebut.
  • Transparansi untuk Auditor. Sejarah transaksi dengan kode blockchain yang unik dan kekal, akan memberikan kemudahan akses tracing pada barang serta sumber daya yang hilang. Hal ini dapat menekan resiko kerugian yang diterima oleh perusahaan (bisnis) kita.
  • Keamanan yang terjamin. Karena blockchain memiliki sifat terdesentralisasi, tidak mungkin terjadi gangguan pada salah satu proses, hal ini dapat memberikan ketenangan bagi kedua belak pihak (Customer dan Perusahaan) dalam melakukan transaksi.

Dari penjelasan diatas, bisa kita ambil kesimpulan bahwa segala sesuatu yang menyangkut “uang” dalam bisnis yang kita jalankan, TRANSPARANSI merupakan aspek yang paling penting dan harus dilakukan dalam menjalankan bisnis apapun.  

Implementasi Blockchain Dalam Bisnis

Selain sebagai inspirasi, Blockchain itu sendiri juga bisa diterapkan dalam kegiatan bisnis. Ada banyak sekali perusahaan-perusahaan besar dunia yang sudah melakukan uji coba dan implementasi blockchain pada bisnis mereka, serta meraih kesuksesan di beberapa sektor, misalnya :

  • Teknologi Blockchain Di Sektor Jasa Keuangan. Banqu mengadopsi teknologi blockchain untuk memudahkan urusan transaksi keuangan yang dilakukan pengungsi, orang miskin, dan orang terlantar. Kemudian Ucash, salah satu perusahaan besar di Kanada, memberikan layanan perbankan berbasis blockbar melalui perangkat berbasis Cloud yang dapat digunakan untuk membayar segala macam jenis tagihan, pengiriman uang, perdagangan mata uang kripto serta pengesahan transaksi.
  • Teknologi Blockchain Untuk Jasa Pengiriman Uang. CASHAA, aplikasi jasa remitansi yang disiapkan untuk mengakomodasi Poundsterling, Rupee, Naira, serta mata uang lain di dunia. CASHAA dapat menurunkan seluruh biaya jasa pengiriman uang lintas negara, sehingga para pemain bisnis dapat bersaing secara internasional tanpa memikirkan fee yang membengkak.
  • Perdagangan energi P2P (Peer-to-Peer). Azuri Technologies memproduksi solusi panel surya “swarm electrification” berbasis blockchain yang murah untuk area pedesaan di Afrika dan di Bangladesh yang memungkinkan pemilik panel surya tersebut untuk menjual listrik tenaga surya ke tetangga mereka. Australian Power Ledger juga mengadopsi teknologi berbasis blockchain dalam produk atap photovaltaic arrays yang mereka rilis, sehingga pemilik bisa menjual surplus listrik ke tetangga mereka. Sistem perdagangan P2P ini diharapkan bisa menghemat finansial dalam konsumsi listrik.
  • Teknologi Blockchain Untuk Logistik Pangan. Bext360 mengadopsi teknologi blockchain dalam pengelolaan pembayaran di kios produk ceri dan kopi secara otomatis. Provenance, salah satu aplikasi pasokan makanan, juga menggunakan teknologi blockchain untuk memverifikasi asal makanan serta detail data dari sumber makanan tersebut.

Selain contoh diatas, teknologi blockchain juga sudah diaplikasikan di berbagai sektor lain yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu, misalnya saja Administrasi Pertahanan, Identitas Digital, Pelacakan Dana dan lain-lain. Jadi, jelas bahwa teknologi blockchain tidak hanya bisa digunakan dalam mata uang kripto seperti Bitcoin atau Ethereum saja.

Comments (2)

thankyou Bilaa^^
informasi nya menarik untuk tentang blockchain dan dari point-point yang dijabarkan dapat fitra pahami juga hehe

Informasinya menarik tentang blockchain dan dijabarkan dengan sangat baik 🙂

Leave a comment