Sejarah Blockchain

Image result for sejarah blockchain

Hasil karya pertama mengenai rangkaian blok yang dilindungi secara kriptografi telah dijelaskan oleh Stuart Haber dan W. Scott Stornetta pada tahun 1991. Mereka ingin menerapkan suatu sistem agar timestamp pada dokumen tidak dapat dirusak atau dimundurkan. Pada tahun 1992, Bayer, Haber dan Stornetta memasukkan Merkle tree ke dalam rancangan mereka, dan meningkatkan efisiensinya dengan kemampuannya dalam mengumpulkan beberapa dokumen dalam satu blok.

Blockchain pertama dikonseptualisasikan oleh seseorang (atau sekelompok orang) yang dikenal sebagai Satoshi Nakamoto pada tahun 2008. Kemudian diimplementasikan tahun berikutnya oleh Nakamoto sebagai komponen inti bitcoin (bitcoin core), di mana blockchain difungsikan sebagai buku besar publik untuk semua transaksi yang terjadi dalam jaringan. Dengan memanfaatkan blockchain, bitcoin menjadi mata uang digital pertama yang mampu mengatasi double-spending tanpa memerlukan otoritas tepercaya dan telah menjadi inspirasi bagi banyak aplikasi lainnya.

Pada Agustus 2014, ukuran berkas blockchain pada bitcoin yang berisi rekaman semua transaksi dalam jaringan mencapai 20 GB (gigabita). Pada bulan Januari 2015, ukurannya meningkat menjadi 30 GB, dan dari Januari 2016 hingga Januari 2017, blockchain bitcoin ukurannya tumbuh dari 50 GB menjadi 100 GB.

Kata-kata “block” dan “chain” digunakan secara terpisah dalam makalah asli Satoshi Nakamoto, tetapi akhirnya dipopulerkan sebagai satu kata, “blockchain,” pada tahun 2016. Istilah blockchain 2.0 merujuk pada aplikasi basis data blockchain terdistribusi versi baru yang pertama kali muncul pada tahun 2014. The Economist menggambarkan implementasi blockchain programmable generasi kedua ini lahir sebagai “bahasa pemrograman yang memungkinkan pengguna untuk menulis kontrak cerdas yang lebih canggih, menciptakan faktur yang dapat membayar sendiri ketika suatu pesanan tiba atau berbagi sertifikat yang secara otomatis mengirim dividen kepada pemiliknya jika keuntungan mencapai suatu tingkat tertentu.” Teknologi blockchain 2.0 lebih dari sekadar transaksi dan memungkinkan “pertukaran nilai tanpa perantara kuat yang berperan sebagai penengah.” Teknologi ini memungkinkan siapapun untuk memasuki ekonomi global, melindungi privasi para pesertanya, memungkinkan masyarakat untuk “memonetisasi informasi mereka sendiri,” dan memberikan kemampuan agar para pembuatnya diberi kompensasi atas kekayaan intelektual mereka. Teknologi blockchain generasi kedua ini memungkinkan untuk menyimpan “ID digital persisten dan persona” seseorang dan membantu mengatasi masalah ketidaksetaraan sosial dengan “mengubah bagaimana kekayaan didistribusikan”. Hingga 2016, implementasi blockchain 2.0 masih membutuhkan mesin oracle off-chain guna mengakses “data luar atau peristiwa-peristiwa berdasarkan waktu serta kondisi pasar [yang diperlukan] untuk berinteraksi dengan blockchain.”

Pada tahun 2016, National Settlement Depository (NSD) Federasi Rusia mengumumkan suatu proyek percontohan berdasarkan platform Nxt blockchain 2.0, yang akan mengeksplorasi penggunaan sistem voting otomatis berbasis blockchain. Pada bulan Juli 2016 IBM membuka sebuah pusat penelitian inovasi blockchain di Singapura. Sebuah kelompok kerja untuk World Economic Forum bertemu pada bulan November 2016 untuk membahas pengembangan model pemerintahan terkait dengan blockchain. Menurut Accenture, penerapan teori difusi inovasi menunjukkan bahwa blockchain mencapai tingkat adopsi 13,5% di sektor keuangan pada tahun 2016, sehingga termasuk fase pengadopsi awal (early adopter). Kelompok-kelompok industri perdagangan bergabung dan mendirikan Global Blockchain Forum pada tahun 2016, sebuah inisiatif dari Chamber of Digital Commerce.

Pada bulan Mei 2018, Gartner menemukan bahwa hanya 1% CIO yang menunjukkan segala jenis adopsi blockchain dalam organisasi mereka, dan hanya 8% CIO melakukan ‘perencanaan atau [tertarik] bereksperimen aktif dengan blockchain’.

Rangkuman

Teknologi blockchain sekarang ini sedang mendapatkan banyak sekali sorotan dan perhatian, dan sudah banyak sekali pengaplikasiannya, tidak hanya mata uang digitalnya saja. 

Comments (1)

Mantaap bil
udh gercep aja nih . bikin postingan nya hehe ^^
Thank you sudah sharing mengenai sejarah blockchain,, ^^

Btw bisa dibikin justyify juga kali ya ceritanya,, sama boleh juga tuh nama orang2 disitu dikasih link ke wikipedia nya atau profil mereka biar kita bisa liat juga org nya gimna hehe 😂

Leave a comment