Apa Itu Blockchain?

Blockchain adalah sistem pencatatan di buku besar digital yang tidak dapat diubah maupun dihapus keaslian catatannya. Jadi, apabila bapak atau ibu memasukkan data di aplikasi HARA maka pencatatannya tidak akan ada satu orang pun yang dapat mengubah keaslian informasi yang ada,” kata CEO HARA, Regi Wahyu, saat menerangkan teknologi blockchain kepada para petani di Bojonegoro, beberapa waktu lalu.

Pemanfaatan Blockchain

Banyak orang mengasosiasikan blockchain dengan cryptocurrency atau mata uang kripto. Anggapan ini tidaklah salah, sebab salah satu mata uang kripto yakni Bitcoin merupakan pengguna pertama teknologi blockchain. Jadi, bisa dikatakan bahwa blockchain diaplikasi pertama kali di sektor finansial.

Paska kesuksesan Bitcoin, muncul mata uang kripto lain di antaranya Etherum atau Ripple. Namun, sebenarnya pemanfaatan blockchain tak sebatas pada mata uang kripto.

Sebab, teknologi yang berfungsi merekam data dan transaksi mini bisa digunakan untuk banyak sektor seperti pencatatan proses transaksi, dokumentasi, bahkan pemungutan suara.

Pada sektor finansial, pemanfaatan blockchain juga sebenarnya tak hanya sekadar soal transaksi mata uang kripto. Mengutip dailysocial, Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Eny Panggabean mengungkapkan, pemanfaatan blockchain dalam dunia keuangan sangatlah luas.

Ia mengatakan, penggunaan blockchain bisa diaplikasikan untuk menunjang pembayaran lintas negara dan untuk proses remitansi (dengan menggunakan private blockchain). Blockchain juga bisa dimanfaatkan untuk mencatat kepemilikan tanah/properti, merekap transaksi saham dan obligasi.

Bahkan, teknologi blockchain bisa dimanfaatkan untuk industri musik. Ide ini dicetuskan oleh Spotify. Sebagai buntutnya, pada  April 2017 Spotify mengakuisisi Mediachain Labs. Tujuannya tak lain dari menerapkan blockchain yang diusung Mediachain untuk membuat sistem penghitungan dan pembayaran royalti musik.

Jadi, melalui blockchain Spotify ingin mengembangkan sistem yang bisa melacak pencipta lagu, judul lagu dan berbagai hal yang terkait dengan proses penciptaan lagu sehingga pendistribusian royalti bisa dilakukan secara tepat.

Selain itu, ada pula pemanfaatan blockchain pada supply chain untuk meningkatkan visibilitas dan dokumentasi informasi logistik. Melalui blockchain, perusahaan supply chain mampu mengurangi biaya dan resiko yang bakal timbul lewat otomasi, sistem tracking yang mampu diukur serta keamanan data.

Sedangkan, e-commerce dapat memanfaatkan blockchain untuk mengefisiensi manajemen identitas, membangun sistem pelacakan dan mengidentifikasi keasilan produk. Hal ini dimungkinkan karena data yang ada tersimpan dalam blockchain dan tersinkron ke semua jaringan pengguna.

Hasil gambar untuk blockchain adalah

Leave a comment