Dua Orang Hebat Penggagas Blockchain Indonesia

Terdapat dua orang yang berambisi dan memiliki impian besar untuk mengembangkan blockchain. Yaitu Pandu Sastrowardoyo dan Pietra Sarosa. Dua orang tersebut kini mengembangkan blockchain yang dihubungkan dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Related image
Pandu Sastrowardoyo

Pandu, Co Founder dan mantan Chairwoman Blockchain Zoo merupakan salah satu dari beberapa orang yang melakukan pengembangan blockhain di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) ini berkiprah di bidang teknologi sebagai Teritory General Manager IBM selama beberapa tahun.

Related image
Pietra Sarosa

Sedangkan Pietra Sarosa berkiprah selama 15 tahun di bidang UMKM dan Franchise Consultant. Wakil Komisi Tetap Bidang Industri Kreatif dan MICE Kamar Dagang dan Industri (Kadin) 2013-2016 ini juga sempat menjabat sebagai Komisaris dari Asosiasi Franchise Indonesia (AFI).

Keduanya mengembangkan sebuah startup bernama Kendi alias Keuangan Digital. Di belakangnya adalah Johnny Swandi Sjam, sebagai Presiden Komisarisnya. Johnny merupakan Mantan CEO Indosat, yang pernah menjabat Komisaris PT Inti dan Telkom.

Tak lupa, Yos Adiguna Ginting, sebagai Key Strategic Advisor yang merupakan Komisaris dari PT HM Sampoerna Tbk juga ikut berada di balik Kendi.

“Blockchain adalah teknologi yang menjadi basis dari Bitcoin. Tapi Blockchain bukan Bitcoin, bukan hanya untuk mata uang. Teknologi peer to peer dengan enkripsi ini memungkinkan berbagai pihak bekerja sama,” kata Pietra kepada CNBC Indonesia, Sabtu (15/2/2019).

Related image

Kendi merupakan platform Inovasi Keuangan Digital modern untuk UMKM yang untuk pertama kalinya menggabungkan sistem Point-of-Sale, P2P Funding, dan teknologi Blockchain.

Aplikasi ini menyediakan fasilitas pencatatan transaksi, pelaporan dan analisis keuangan, pendanaan, serta audit bisnis transparan untuk meningkatkan skala bisnis UMKM Indonesia. Dengan Kendi, UMKM dapat memiliki data keuangan yang memadai, sehingga menumbuhkan trust dari pemberi pinjaman

Data yang masuk tersebut nantinya akan dijaga oleh Blockchain yang node-nya dipasang di beberapa pihak, sehingga tidak bisa diutak-atik oleh siapapun. Pemberi pinjaman atau lender dapat melihat data secara jelas, sehingga kepercayaan antara UMKM dan lender dapat terbangun.

Dari Kendi ini, Pandu dan Pietra berusaha untuk membangun blockchain dengan menunjukkan bahwa teknologi canggih di belakang Bitcoin ini bisa membantu UMKM. Pandu menjelaskan bahwa “Ingin memblokchainkan Indonesia. Teknologi yang mampu memangkas cost dari sebuah transaksi.”

Leave a comment