Mata kuliah tentang Blockchain? Cari tau yuk!

Hai! balik lagi nihhhh, sekarang kita bincang tentang mata kuliah Blockchain yuk! Kalian pasti baru pada denger ya? sama kok aku juga! penasaran, apa emang ada ya mata kuliah tentang Blockchain? yuk simak!

Sepertinya saat ini setiap perusahaan dan institusi sudah gencar nih tentang kemajuan teknologi Blockchain, universitas juga tidak mau ketinggalan kemajuan teknologi blockchain,lho.

Tau gak sih? Di beberapa kampus, permintaan mata kuliah terkait blockchain meningkat. Pada 2014, Stern School of Business di Universitas New York menjadi institusi akademik pertama yang menawarkan mata kuliah cryptocurrency. keren ya!

Tapi, gak gampang loh melakukan pendekatan sama teknologi yang satu ini, harus hati-hati.

Hal yang paling penting bahwa blockchain tidak mudah diajarkan secara benar. Tidak ada kurikulum yang tersedia, sedikit buku panduan, dan area yang penuh dengan kesalahan informasi, membuatnya sulit untuk mengetahui mana yang lebih kredibel. Protokol berkembang dengan sangat cepat, dan sulit untuk membedakan antara white paper dan kenyataan. Memiliki begitu banyak perhatian di sekitar blockchain secara spesifik membingkainya sebagai pengembangan yang ajaib daripada hasil penelitian teknologi komputer selama puluhan tahun.

Untuk menghindari jebakan ini, universitas harus mengambil pendekatan yang tidak biasa mereka lakukan. Ini melibatkan tiga pilar:

  • Berfokus pada konsep inti daripada aspek teknologi yang lebih trendi
  • Membimbing siswa untuk memahami kebutuhan industri nyata
  • Menciptakan kurikulum yang memiliki tanggal kadaluarsa yang ketat

Kunci untuk subjek yang terus berubah adalah fokus pada konsep-konsep inti sambil mengabaikan diskusi-diskusi yang tidak relevan namun populer pada masanya. Dalam hal blockchain, itu berarti penyelidikan mendalam tentang rekayasa keamanan, cryptography, dan konsep tata kelola – serta psikologi dan konteks bagaimana orang membuat keputusan.

Kesimpulannya tuh, apa sih?

Pada akhirnya, untuk mengikuti bidang yang berkembang pesat, instruktur perlu memperbarui setidaknya 80 persen materi mereka setiap semester. Sesuatu yang tidak memadai menjadi relevan. (Misalnya, semester terakhir fokusnya adalah pada utility token, tetapi semester ini diskusi telah beralih ke security token). Pendekatan cryptography, proses pengambilan keputusan kolektif, dan sistem organisasi data semuanya berkembang dengan cepat juga. Dan itu saja tidak cukup – mereka harus tetap terhubung dengan masalah yang dihadapi developer, pengusaha, dan peneliti. Yang paling penting universitas dapat mengajar mahasiswa bagaimana mengarungi kemajukan teknologi untuk diri mereka sendiri.

Blockchain memperoleh manfaat besar dari keterlibatan akademik yang lebih banyak karena universitas dapat memberikan kontribusi yang signifikan. Ini termasuk bekerja pada isu-isu mendasar yang berkaitan dengan keamanan, stabilitas, dan infrastruktur. Universitas menghasilkan penelitian tentang blockchain yang bermanfaat bagi setiap orang karena dapat dipercaya, dapat diandalkan, dan bebas dari konflik kepentingan.

Wah asik yah kayaknya? yuk cari tau lebih lanjut!

baca juga //blockchain.alphabetincubator.id/2019/10/14/masih-bingung-apa-itu-blockchain/

 

Sumber: Coinvestasi

Related Posts

Leave a comment